Waket DPRD Talaud Sesalkan Laporan Ke Basarnas Provinsi Tidak Direspon, Menyangkut Kapal Ikan Hilang

  • Whatsapp

SEPUTARSULUTNEWS, TALAUD – KM Jala Sena 33 merupakan Kapal penampung ikan dari Kabupaten Kepulauan Talaud, mengalami kerusakan mesin dan dinyatakan hilang kontak pada Rabu 17 Februari 2021 kemarin. Kapal tersebut mengalami kerusakan pada mesin utama dan hanyut terbawa arus diantara Kepulauan Talaud dan Sangihe.

Berkat usaha dari pihak perusahaan yang melakukan pencarian dengan menyewa perahu pajeko milik nelayan, akhirnya berhasil menemukan KM Jalasena 33 dan Tujuh orang ABK yang sudah hanyut tersebut.

Bacaan Lainnya

Selaku Wakil Ketua DPRD Kabupaten Talaud Djekmon Amisi SH menyayangkan respon dari Basarnas Provinsi Sulawesi Utara menangapi kejadian tersebut.

Dirinya menuturkan, “Setelah mendapat informasi ada Kapal pengangkut ikan dari Kabupaten Talaud tujuan Bitung mengalami kerusakan pada mesin dan telah hanyut. KM Jalasena 33 yang mengangkut 35 ton ikan, hilang kontak di perairan antara Kabupaten Talaud dan Sangihe,” ungkap Amisi saat diwawancarai Wartawan.

Ditambahkanya, “Saat menghubungi Basarnas Provinsi Sulawesi Utara, Basarnas Sangihe dan Badan Bencana. Tetapi sangat disayangkan Basarnas tidak menanggapi kejadian Kapal hilang kontak tersebut,” pungkasnya dengan nada kesal.

Dia menegaskan sangat menyesalkan sikap dari basarnas yang tidak tanggap terhadap laporan masyarakat. Akibatnya, kapal bersama tujuh ABK terombang-ambing di lautan lepas. Beruntung pencarian yang ditempuh pihak perusahaan bersama beberapa perahu pajeko, membuahkan hasil.

“Perlakuan Basarnas yang no respon sangat tidak baik. Hal-hal seperti ini bila dibiarkan akan berdampak besar, mengingat kita ada di wilayah perbatasan, bertetangga dengan Negara Filipina dan Australia,” tutup Wakil Ketua DPRD Talaud.(Oke)

Pos terkait