Kasat Reskrim Polres Talaud, Angkat Bicara Terkait Polisi Lakukan Pemerasan, Ada Bukti, Melapor, Penadah dan Penyebar Hoax Akan Ditindak Tegas

  • Whatsapp

SEPUTARSULUTNEWS.COM, TALAUD – Lagi-lagi postingan diduga pemerasan dari institusi Polri beredar di media sosial Facebook. Postingan adanya pemerasan akibat mobil-mobil bermasalah yang dicari pihak Finance yang dikawal anggota Polres Kepulauan itu di posting di grup Publik Talaud lewat akun Facebook bernama Penganguran Pandeirot Pada Kamis (14/01/2021) sore.

Dalam postingan tersebut memperlihatkan foto mobil dan pemiliknya yang duduga bermasalah dengan pihak Finance yang dikawal oknum anggota Polres Kepulauan Talaud dan diberi caption “Aparat Penegak Hukum Bukanya Melindunggi Tapi Memeras Bersama Orang-orang Finance” di postingan juga memperlihatkan adanya surat tanda terima barang.

Bacaan Lainnya

Menyikapi hal tersebut Kapolres Kepulauan Talaud melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Iptu Ricky Hermawan, S.Tr.K angkat bicara mengenai tuduhan yang dilayangkan lewat postingan di grup Facebook Publik Talaud.

“Tidak ada anggota satreskrim Polres yang bertindak sembarangan, apalagi melakukan perampasan, itu sudah tindak pidana dan bisa diproses secara hukum peradilan umum. Jadi tidak mungkin ada anggota Polri, khususnya Polres Talaud dan satreskrim melakukan tindakan yang sembarangan apalagi tindak pidana. Apabila masyarakat merasa mempuanyai bukti kuat, dapat melapor secara resmi ke kantor Polres Kepulauan Talaud, di Propam apabila pelanggaran disipilin dan kode etik, dan di SPKT apabila tindak pidana. Dalam kasus ini, silahkan yang merasa dirugikan untuk datang ke kantor dan melapor secara resmi, selama syarat formil pembuatan laporan terpenuhi maka kami Polres Kepulauan Talaud akan menerima laporan dan khususnya Satreskrim akan menangani secara profesional, ” ungkap Perwira Polres Talaud.

Kasat juga menambahkan, “Apabila yang dilaporkan perampasan kendaraan, maka dapat membawa syarat formil bukti kepemilikan kendaraan berupa: STNK, BPKB, bukti angsuran/surat keterangan mengangsur dari finance (apabila masih dalam masa angsuran). Namun sebaliknya apabila kendaraan tersebut tidak bisa dipertanggung jawabkan bukti kepemilikanya kami akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait tentang kejelasan status kendaraan tersebut. Apabila diduga bodong maka pemegang kendaraan bisa diproses pidana sebagai penadah dan penjual kendaraan telah melanggar tindak pidana fidusia ataupun tindak pidana penggelapan. Dan terkait postingan dimedia sosial yang memuat berita miring/hoax pun ada undang-undang ITE yang mengaturnya,” tutup Kasat Reskrim Hermawan.(Oke)

Pos terkait