Tingkatkan Ekonomi, Ini Strategi Cabup Boltim Sahrul Mamonto

  • Whatsapp

SEPUTARSULUTNEWS,MANADO – Sam Sachrul Mamonto (SSM), calon Bupati Boltim membeber, pertumbuhan ekonomi Bolaang Mongondow Timur pada 2019, mengalami penurunan.

Empat tahun berturut-turut mulai dari 2015 pertumbuhan ekonomi 68 persen, 2017 5,57 persen dan akhirnya pada 2019 tinggal 5,8 persen. Katanya, persoalan ekonomi inilah yang harus digenjot. Sektor-sektor pertumbuhan ekonomi Boltim yang signifikan ada di bidang pertanian, kehutanan, perikanan sebesar 1, 94 persen, ke depan nanti perlu dihadirkan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi yang baru sehingga bisa memberikan efek terhadap pertumbuhan ekonomi agar naik bukan turun setiap tahun.

Bacaan Lainnya

“Dalam program bidang ekonomi, upaya pengembangan sektor agribisnis pedesaan luas lahan pertanian Boltim itu sebesar 1000698 hektar ini sekaligus membantu mengembangkan mempromosi kondisi pedesaan, pengembangan ekonomi di sektor pariwisata sebab ini sangat berpengaruh terhadap penguatan ekonomi rakyat pedesaan,” lanjutnya.
Terkait persoalan wisata di Bolaang Mongondow Timur disebutkan dengan negeri sejuta danau, dia dan Oskar jika terpilih akan menjadikan Boltim sebagai daerah destinasi wisata. “Berkaitan dengan sumber daya manusia, tentu kita miliki indikator-indikator dalam mengukur sumber daya manusia di sebuah daerah baik secara universal maupun dalam internal pemerintahan. Resolusinya kami memastikan untuk dalam internal pemerintah akan memberikan kesempatan bagi ASN yang nantinya akan meningkatkan SDM melalui teknik pelatihan dan lanjutan studi,” ucapnya.

Kemudian persoalan di bidang Kesehatan, ke depan pihaknya memastikan pelayanan dasar kesehatan akan dipenuhi sebagaimana amanat konstitusi. “Program di bidang kesehatan kami memastikan seluruh masyarakat Boltim tercover dalam program BPJS karena saat ini belum semua masyarakat Boltim yang tercover dalam BPJS. Dari data yang ada saat ini total 41,2% yang tercover, artinya ada sekitar 58,8% belum tercover BPJS. Tenaga dokter umum masih sangat kurang di Boltim ini yang tentu akan kita upayakan bagaimana ada dokter umum dan dokter spesialis di setiap puskesmas,” pungkasnya.(wal/*)

Pos terkait