Pjs Gubernur Sulut Agus Fatoni Jalani Tugas Sesuai Amanat

  • Whatsapp

SEPUTARSULUTNEWS,MANADO– Sejak hadir menjalankan Pemerintahan di Provinsi Sulawesi Utara, point-point penting yang diamanatkan dalam tugas dan wewenang Pjs Gubernur telah dilakukan dalam berbagai bentuk kegiatan.

Termasuk di dalamnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dan mampu memfasilitasi Penyelenggaraan Pemilukada, dan netralitas ASN, sekaligus menjaga tidak terjadinya cluster baru pilkada.

Bacaan Lainnya

Untuk mewujudkannya dalam setiap kesempatan ketika ada audiensi dengan berbagai pihak, menghadiri rapat secara virtual atau acara ceremoni, termasuk Kunker di Kab/Kota dan kegiatan keagamaan lainnya, pasti disela-sela kegiatan Pjs Fatoni sosialisasikan secara masif penyelenggaraan Pilkada dan Penerapan protokol covid – 19.

Dan juga ketika melewati jalur tempat bertugas seperti di jalan Kota-kotamobagu dan kota manado bertemu langsung dengan masyarakat membagi masker dan memberi Imbauan serta ajakan untuk menggunakan hak pilih, mensukseskan Pilkada dengan suasana yang kondusif aman, damai dan lancar.


Sejumlah rangkaian Pjs Gubernur Fatoni setibanya di Sulut sebagai tindaklanjuti
arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, agar dapat menangani Covid-19 di daerahnya langsung ditindaklanjuti Pjs Gubernur Sulawesi Utara Agus Fatoni.

Terbukti, Fatoni melakukan pemantauan di pusat keramaian dan perbelanjaan di Kota Manado.Tujuannya untuk memastikan apakah protokol kesehatan benar-benar telah diterapkan oleh masyarakat Kota Manado.

Sejumlah tempat yang dikunjungi, antara lain rumah makan, Manado Town Square, Kawasan Mega Mas dan pusat keramaian lainnya
“Hal ini guna memastikan agar penerapan protokol  3M (menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) diterapkan oleh masyarakat Manado,” kata Fatoni.

“Untuk itulah maka penerapan protokol kesehatan perlu lebih ditingkatkan. Dengan disiplin protokol kesehatan diharapkan penyebaran pandemi dapat dikendalikan dan diatasi,” ujar Fatoni.

Pjs Gubernur Sulawesi Utara Agus Fatoni didampingi Sekdaprov Edwin Silangen menghadiri Rapat Tim Kerja Pelaksanaan Gerakan Sulut Bermasker. Fatoni mengajak semua pihak terus mensosialisasikan protokol kesehatan 4M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan) dan 3T (test, tracing dan treatment) kepada masyarakat Sulut.

Terkait penggunaan masker, Fatoni menjelaskan pentingnya memakai masker untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Menggunakan masker sangat penting, sesuai penelitian WHO dapat mencegah 85% penularan Covid-19,” katanya.

Karenanya, Fatoni meminta agar Gerakan Sulut Bermasker yang telah ia canangkan saat menghadiri HUT ke-30 Kota Bitung ini harus terorganisir dan terus disosialisasikan ke seluruh masyarakat Sulut.

Begitu halnya dengan penyaluran masker, Fatoni meminta agar pembagian masker harus benar-benar diterima oleh masyarakat.
“Pembagian itu harus tepat sasaran dan dapat diterima oleh masyarakat,” bebernya.

Fatoni juga menjelaskan bahwa Sulut termasuk dalam urutan ke dua setelah Maluku terkait ketidakpercayaan masyarakat tentang penularan Covid-19.

Berkaitan dengan hal tersebut, ia meminta kepada semua pihak untuk meyakinkan kepada masyarakat Sulut bahwa Covid-19 itu bukan hoax namun benar-benar ada.

“Ini sudah nyata bahwa penyakit ini memang ada dan banyak yang sudah meninggal,” katanya.

Lebih jauh lagi, Fatoni berharap agar semua pihak benar-benar serius dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya memakai masker lewat Gerakan Sulut bermasker
“Gerakan ini mari terus kita gelorakan khususnya terkait bermasker ini,” imbuhnya.

Agenda lain, Pjs Gubernur Sulawesi Utara Agus Fatoni mengikuti kegiatan Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi (Rakor Monev) virtual Program Pencegahan Korupsi Terintegrasi mencakup 7 bidang dalam Monitoring Centre for Prevention (MCP).

“Tahun ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bertekad untuk bisa mempertahankan peringkat pertama,” tandas Fatoni.

Agenda penting lainnya, Pjs Gubernur Sulawesi Utara Agus Fatoni menghadiri Rapat Koordinasi bersama Pemangku Kepentingan Pencegahan, Pengawasan, dan Penindakan Protokol Kesehatan Covid-19 pada Pilkada Tahun 2020.

Pjs Gubernur Fatoni menyampaikan bahwa saat ini kita menghadapi 2 peristiwa sekaligus yaitu Pandemi Covid-19 dan Pilkada.

Sehubungan dengan itu, sudah menjadi tugas bersama kita bagaimana Pandemi dapat tertangani kemudian Protokol kesehatan bisa diterapkan dan Pilkada dapat dilaksanakan.

Begitu juga dalam bidang ekonomi, penanganan Covid bisa dilakukan tetapi ekonomi juga tetap berjalan.
Terkait dengan pelaksanaan Pilkada, ini untuk memastikan bahwa kepemimpinan di daerah masih tetap berlangsung dan berjalan.

Fatoni juga berharap agar pilkada ini dapat berlangsung sukses namun juga sehat dan tidak ada cluster baru.


“Jadikan Pilkada ini sebagai momentum untuk penanganan dalam memutus mata rantai penularan Covid,” katanya.

Kenapa ini dijadikan momentum? Karena dengan adanya Pilkada, Fatoni berharap kepada para pasangan calon dapat mengambil bagian dalam pencegahan Covid-19 melalui door to door dalam membagikan APD dan alat peraga lainnya, serta mengedukasi kepada masyarakat tentang penanganan Covid ini.

Pjs Gubernur Sulawesi Utara Agus Fatoni juga melakukan kunjungan kerja ke Kota Kotamobagu sekaligus menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 Hijriah di Kotamobagu.

Pjs Gubernur Fatoni mengapresiasi jajaran Pemkot Kotamobagu yang telah menyiapkan kegiatan ini dengan protokol kesehatan Covid-19.

“Apresiasi kepada walikota dan jajaran yang telah mempersiapkan acara ini dengan menggunakan protokol kesehatan yang sangat ketat,” katanya.

Fatoni mengajak seluruh masyarakat Kotamobagu untuk selalu bersyukur dalam kondisi apapun, termasuk dalam pandemi saat ini karena masih dapat bersama-sama memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Ia menyampaikan bahwa di tengah situasi pandemi Covid saat ini, sesuai data bahwa di Sulut masih ada masyarakat yang tidak percaya dengan adanya Covid dan juga ada yang percaya bahwa dirinya tidak akan tertular Covid dan juga belum tahu kapan Covid ini akan berakhir.

“Ini yang perlu kita tangani bersama, mari kita bersama-sama mensosialisasikan dan mengedukasi kepada masyarakat untuk taat dengan protokol kesehatan dengan menerapkan 3M+1 menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan dalam memutus mata rantai penularan Covid,” ajaknya.

Menurutnya, disamping tugas untuk memutus penularan Covid ini, aktivitas ekonomi, aktivitas sosial dan aktivitas keagamaan tetap harus dilaksanakan tetap dengan menggunakan protokol kesehatan secara ketat.

“Dalam kehidupan new normal atau kondisi yang baru mau tidak mau kita harus tetap menyesuaikan dan disiplin pada Protokol Covid,” tandasnya.

Terkait penggunaan masker, Fatoni mengatakan bahwa dalam waktu dekat ini, Pemprov Sulut bersama Forkopimda dan pemerintah kabupaten/kota akan melaunching Gerakan Sulut Bermasker (GSB).

Hal ini sejalan dengan imbauan Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) yang juga telah menyarankan penggunaan masker saat berada di luar rumah guna mencegah penularan Covid.

Gerakan ini dimaksudkan agar penerapan protokol kesehatan bisa dilaksanakan oleh masyarakat khususnya dalam bermasker.
“Masker itu bukan hanya dibagi tapi diterima dan digunakan agar bisa jadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari,” terangnya.

Tambah dia, protokol kesehatan juga harus diterapkan pada masa pilkada serentak.

“Jadikan momen Pilkada ini dalam rangka menurunkan Covid-19,” bebernya.

“Kepada paslon juga untuk door to door membagikan APD kepada masyarakat, dengan ini akan dapat membantu menurunkan penularan Covid-19,” sambungnya.

Dirinya juga mengajak seluruh masyarakat untuk dapat berpartisipasi dalam mensukseskan pilkada serentak yang berlangsung pada 9 Desember 2020.

“Mari kita semua ikut berpartisipasi dan menggunakan hak pilih kita dengan sebaik-baiknya dalam rangka mensukseskan Pilkada dan tetap menjaga suasana yang kondusif, aman, damai dan tentram,” harapnya.

Diketahui, dalam kunker di Kotamobagu ini, Fatoni juga menerima aspirasi dari tokoh-tokoh masyarakat yang ada di Bolaang Mongondow Raya terkait pemekaran provinsi.

“Pemekaran daerah akan berhasil kalau didukung oleh Pemerintah Provinsi, kalau di dukung oleh Gubernur. Bagaimana teknisnya, apa yang harus dipersiapkan, dan infrastruktur yang harus dibangun. Sehingga nanti kalau daerah ini mekar, kita sudah siap,” ungkapnya.

“Selagi ini masa moratorium, mari kita persiapkan daerah ini dengan sebaik-baiknya. Mekar atau tidak mekar kita bangun daerah ini dan kita persiapkan agar masyarakat juga semakin sejahtera daerah juga semakin maju,” lanjutnya.

Diketahui, sebelumnya dalam perjalanan menuju Kotamobagu, Fatoni membagi-bagikan masker kepada masyarakat di sepanjang jalan Kalasey.
Fatoni juga mengunjungi makam para raja Bolaang Mongondow sekaligus meresmikan Makam Ridel Manuel Manoppo di Desa Bolaang, Kabupaten Bolaang Mongondow.(wal/kominfo Pemprov Sulut)

Pos terkait