Pasca Gempa Talaud, Personil Brimob Kompi 4 Batlyon A Pelopor Bantu Bersihkan Puing Puluhan Rumah

  • Whatsapp

SEPUTARSULUTNEWS, TALAUD – Pasca Gempa Bumi 5,7 Magnitudo dengan lokasi 4.22 LU – 126.78 BT pada hari Rabu Tanggal 09 september 2020 Pukul 15:18:40 Wita. (27 KM arah Timur Laut Kota Melonguane)
Kedalaman: 10 KM menurut BMKG dirasakan di Pulau Karangkelang, Kabupaten Kepulauan Talaud.

Kompi 4 Batlyon A Pelopor, Satuan Brimob Polda Sulut yang bertugas di Kabupaten Talaud, pada Jumat (11/09/2020) siang menurunkan Personilnya untuk membantu membersihkan puing rumah dan Gereja di beberapa Desa yang rusak akibat goncangan gempa.

Dipimpin Brigadir Bernard Pasoy membantu warga membersihkan puing rumah yang rusak ringan dan berat di Kecamatan Rainis, Desa Bantane induk 7 rumah warga dan 1 Gereja. Desa Bantane Utara 6 rumah warga. Desa Batupenga 4 rumah warga. Desa Perangen 1 Gereja. Desa Nunu Utara 1 rumah. Desa Alo Induk 7 rumah dan 1 Gereja. Desa Alo Utara 3 rumah warga. Desa Pulutan Selatan 1 rumah. Desa Daran Utara 2 rumah. Desa Daran Induk 1 rumah warga. Kecamatan Beo Kelurahan Beo 1 rumah dan 1 Gereja. Kelurahan Beo Timur 3 rumah. Desa Bantik 3 rumah. Desa Bantik Lama 4 rumah. Desa Bengel 17 rumah warga. Kecamatan Beo Selatan, Desa Tarohan 2 rumah. Desa Tarohan Selatan 2 rumah. Total 59 rumah warga dan 4 Gereja yang mengalami rusak ringan dan berat akibat goncangan gempa bumi.

Semantara itu Komandan Satuan Brimob Polda Sulut KBP Brury Soekotjo Adhyakso Putro, S.I.K.
,melalui Danki Brimob Kompi 4 Batlyon A Pelopor, IPTU Abdon F. Londohiang, kepada awak media mengatakan, kegiatan sosial tersebut sebagai peduli Polri untuk masyarakat yang saat ini sedang dilanda gempa bumi beberapa hari lalu.

“Kita yang bertugas sebagai pengayom masyarakat, sudah seharusnya kita membantu masyarakat, apalagi saat ini sedang dilanda gempa bumi, Semoga bantuan yang kita berikan bisa dirasakan ditengah masyarakat, dan bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” ungkapnya.

Lanjut Danki Brimob menjelaskan ini merupakan bentuk empati institusi Polri terhadap masyarakat khususnya warga yang terdampak bencana alam. Kita melaksanakan kegiatan pembersihan puing bangunan yang terdampak adanya gempa, karna kita selalu berusaha untuk selalu hadir di tengah masyarakat,

“Semoga dapat membantu mengurangi beban para warga,” tutup Londohiang.
(Oke)

Pos terkait